ASKEP KELUARGA
Pada kesempatan
ini Keperawatan.Org akan memberikan
contoh dari aplikasi asuhan keperawatan yaitu Laporan Kasus Asuhan
Keperawatan Keluarga Ny. B Dengan Resiko Tinggi Kehamilan. Laporan kasus
ini termasuk dalam stase keperawatan keluarga. Salvicion G. Bailon
dan Aracelis Maglaya (1978) mengatakan Perawatan kesehatan keluarga adalah
tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada
keluarga pada unit atau kesatuan yag dirawat, denngan sehat sebagai tujuan
melalui pegobatan sebagai saran atau penyalur.
A. Tinjauan kasus
1.
Pengkajian
a.
Data umum
1).
Identitas kepala keluarga
Nama :
Tn. A
Umur :
58 tahun
Pendidikan :
SMP
Pekerjaan :
Buruh
Agama :
Islam
Alamat :
Cibaduyut-Bandung
2). Daftar anggota keluarga
|
Nama
|
L/P
|
Umur
|
Hubungan
|
Pendidikan
|
Keterangan
|
|
Ny. B
|
P
|
53
|
Istri
|
SD
|
|
|
Tn. C
|
L
|
29
|
Anak
|
SMP
|
|
|
Ny. D
|
P
|
22
|
Anak
|
SMA
|
|
|
An. E
|
L
|
10
|
Anak
|
-
|
|
|
An. F
|
L
|
3
|
Anak
|
-
|
|
3). Genogram

4). Tipe
keluarga
Keluarga Tn. A
adalah keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. 4 anak yang belum
memiliki pasangan menikah (bercerai) tinggal dalam satu rumah. Lalu ke 3 anak
yang telah menikah tinggal tidak seatap lagi dengan Tn. A.
5).
Suku bangsa
Keluarga Tn. A berasal
dari garis keturunan bangsa sunda. Baik nenek/kakek atau pun semua anak-anaknya
sehari-hari berbahasa sunda.
6).
Agama
Keluarga Tn. A beragama islam. Semua sanak famili beragama islam.
7).
Status sosial ekonomi
Keluarga Tn. A
adalah keluarga berkecukupan. Anak-anak paling besar tidak
mampu membiayai keluarga Tn. A, karena merekapun punya tanggungan
masing-masing. Hanya anak yang ke 5 dan ke 6 yang sedikit bisa membantu dalam
kecukupan sehari-hari. Tn. A adalah seorang buruh bangunan yang jarang
mendapatkan order, karena sudah tua.
8).
Aktifitas rekreasi keluarga
Aktifitas rekreasi keluarga Tn.
A sehari-hari hanya menonton TV di rumah (Tn. A, Ny. B dan anak paling bungsu).
Setahun sekali (saat idul fitri), mereka berkumpul dan jalan-jalan kesuatu
tempat yang biasanya belum pernah mereka kunjungi.
b.
Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
1).
Tahap perkembangan saat ini
Tahap perkembangan keluarga Tn.
A saat ini sedang menginjak dalam tahap perkembangan anak dewasa.
2).
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
a). Keluarga
usia pertengahan
b). Keluarga
usia lanjut
Karena anak pertama
dari keluarga Tn. A masih menginjak usia 37 tahun (usia dewasa).
3).
Riwayat keluarga inti
a). Riwayat
penyakit keturunan
Menurut penuturan Tn. A,
dalam silsilah keturunan keluargamereka tidak pernah ditemukan
adanya penyakit keturunan. Misal : asma, DM, dll
b). Riwayat
kesehatan masing-masing anggota keluarga
Dalam keluarga Tn. A
rata-rata anggota keluarganya pada sehat. Namun untuk Ny. B sangat
dikhawatirkan kondisi kesehatannya, karena sedang mengandung untuk anak yang ke
8. juga untuk Tn. A sendiri sangat mudah terserang sakit, karena mulai
menginjak usia lanjut.
c). Sumber kesehatan
yang bisa digunakan
Berhubung di lingkungan dekat rumah Tn. A terdapat
bidan juga perawat yang masih aktif dalam memberikan pelayanan, maka dalam
mengatasi masalah kesehatannya keluarga Tn. A selalu memilih
untuk pergi kesana. Mereka pikir berobat pada perawat atau bidan merupakan
pilihan yang sangat tepat.
Laporan Kasus Asuhan
Keperawatan Keluarga Ny. B Dengan Resiko Tinggi Kehamilan ini ditulis
dalam 3 halaman. Silahkan pelajari selengkapnya asuhan keperawatan keluarga ini
secara lengkap. Dokumen ini merupakan contoh untuk mempermudah
rekan-rekan perawat untuk membuat laporan kasus yang
sama.
c. Pengkajian lingkungan
1). Karakteristik
rumah
Rumah keluarga Tn. A memiliki
luas sekitar 12 X 10 m. menghadap ke utara dengan kamar 4, ruang tamu, ruang
tengah dan ruang dapur terpisah.Ventilasi udara rumah yang cukup baik. Tipe
rumah sederhana sudah menggunakan tembok. Sanitasi air bagus. Sumber air minum
yang diperoleh keluarga Tn. A adalah dari air tanah (sumur gali) Tn. A
mempunyai tempat MCK sendiri. Pembuangan MCK melalui spiteng. Serta dalam
pembuangan sampah rumah tangga, biasanya dibuang kelubang tanah yang sudah
dibuat. Lalu setelah penuh, kemudian dibakar.
2). Karakteristik
tetangga dan komunitas RW
Keluarga Tn. A tinggal
dalam wilayah kebanyakan berpenduduk pribumi dan hanya beberapa saja yang
merupakan pendatang. Tinggal dalam area padat penghuni dan setiap rumah saling
berdempetan, maka interaksi antara penduduk sangat baik dalam hal
tolong-menolong.
3). Mobilitas
geografis keluarga
Rumah keluarga Tn. A
yang sekarang ditinggali merupakan rumah keturunan dari orang tua-orang tuanya
terdahulu, jadi ada sedikit kepercayaan pada keluarga Tn. A untuk tidak boleh
menjual harta yang menjadi warisan para leluhur mereka. Dan dari semenjak menikah dengan Ny. B, mereka tidak
pernah berpindah tempat tinggal.
4). Perkumpulan
keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn. A merupakan
salah satu keluarga yang dihormati dalam lingkungannya. Seringkali Tn. A menjadi
tokoh berpengaruh dalam masyarakat. Mereka tidak jarang meminta pendapat/solusi
kepada Tn. A dalam menghadapi suatu masalah.
Interaksi dalam
masyarakat biasanya sering terjadi pada sore hari menjelang magrib, karena
mungkin banyak juga masyarakat yang bekerja dan pulang dikala sore hari.
5). Sistem
pendukung keluarga
Dikarenakan keluarga Tn.
A merupakan salah satu keluarga yang terpandang dikalangan
masyarakat, maka dalam menghadapi kesulitan seringkali keluarga Tn. A mendapatkan bantuan dari para tetangga untuk
mengatasi masalahnya.
Dalam
keluarga Tn. A juga mempunyai 2 anaknya yang sudah mempunyai pekerjaan,
walaupun belum begitu mapan, tetapi bisa sedikit membantu dalam mengatasi
masalah keluarga, terutama masalah keuangan.
d. Struktur keluarga
1). Pola
komunikasi keluarga
Keluarga Tn. A termasuk
kedalam salah satu keluarga yang ceria dan kooperativ. Mereka melakukan komunikasi satu sama lain dengan
nyaris tanpa masalah. Baik anak dengan anak, maupun orang tua dengan anak
semuanya terjadi tanpa adanya masalah.
2). Struktur
kekuatan keluarga
Dalam keluarganya
sendiri Tn. A merupakan kepala keluarga yang sangat dihormati. Serta mampu
menjadi pelindung keluarga, bila ada masalah yang menimpa keluarga. Ia
bertanggung jawab paling depan jika keluarganya bermasalah.
3). Struktur
peran
Peran
serta Tn. A dalam masyarakat terutama, sangat berpengaruh dan dihormati. Bisa
dibilang, ia adalah tetua di kampungnya. Istrinya sendiri merupakan ibu rumah
tangga yang baik hati dan jujur dalam mengurus semua anak-anaknya. Semua anak
Tn. A dapat menjadi orang yang jujur, karena telah dididik sejak dalam
lingkungan keluarga.
4). Nilai/norma
keluarga
Tn. Selalu menerapkan
disiplin yang tinggi dalam keluarganya.Tidak terkecuali
dalam kebersihan lingkungan rumah.
e. Fungsi keluarga
1). Fungsi
afektif
Kondisi psikis keluarga
Tn. A sangat baik dan mereka sanggup untuk hidup dalam situasi sesulit apapun.
Mereka dapat menjalani semuanya yang menjadi beban dalam hidup.
2). Fungsi
sosialisasi
Sebelum masuk kedalam
jenjang melepaskan keluarga dalam masyarakat luas, anak-anak Tn. A selalu bisa
bersosial dengan baik dalam keluarga.
Setiap anggota keluarga Tn.
A selalu menjaga kesehatannya masing-masing dan bila diantara mereka ada yang
sakit, maka dengan bahu-membahu mereka akan saling tolong menolong.
4). Fungsi
reproduksi
Tn. A adalah mempunyai 7
orang anak (6 laki-laki dan 1 perempuan) dan 5 orang cucu. 4 orang sudah
menikah, tetapi yang satu telah bercerai. Serta satu anak lagi sedang dalam
kandungan Ny. B.
5). Fungsi
ekonomi
Dalam
memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, Tn. A dibantu ke 2 orang anaknya yang
tinggal serumah dengannya. Uang yang mereka peroleh, dibelikan untuk sembako
dan keperluan keluarga lainnya.
f. Stres dan koping
keluarga
1). Stressor
jangka pendek dan jangka panjang
a).
jangka pendek
Ny.
B sedang mengandung anak yang ke-8. Dengan usia kehamilan 8 bulan. Si ibu
merasa cemas menghadapi kelahiran anak tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan
oleh bidan, dengan melihat usia si ibu yang menginjak pra senilis dan dengan
kandungan yang ke-8.Sangatlah beresiko terhadap kesehatan dalam kandungan si
ibu.
b). jangka panjang
Dengan akan
dilahirkannya anak yang ke-8, beban tanggungan keluarga Tn. A
menjadi bertambah (3 orang anak yang sepenuhnya harus dibiayai keluarga).
Keluarga Tn. A harus mempersiapkan masa depan anak-anaknya agar menjadi orang
yang berhasil. Juga menikahkan 2 orang anaknya yang sudah cukup umur.
2). Strategi
koping
Saat keluarga
Tn. A menghadapi suatu permasalahan, biasanya Tn. A menjadi tokoh utama dalam
penyelesaian masalah tersebut.Mendiskusikannya dan
mengambil keputusan sesuai dengan kemufakatan bersama.
2. Pemeriksaan fisik
a.
Pemeriksaan umum
|
Jenis pemeriksaan
|
Tn. A
|
Tn. C
|
Ny. G
|
An. H
|
An. I
|
|
Keadaan umum
|
Sehat
|
sehat
|
Sehat
|
sehat
|
Sehat
|
|
TTV : T
P
R
S
|
130/80 mmHg
80 X/menit
16 X/menit
36 0C
|
120/70 mmHg
80 X/menit
16 X/menit
36 0C,2
|
110/70 mmHg
80 X/menit
16 X/menit
36 0C
|
130/80 mmHg
84 X/menit
16 X/menit
36,2 0C
|
140/80 mmHg
100 X/menit
20 X/menit
36,5 0C
|
|
Rambut dan kulit
kepala
- Penyebaran
- Warna
- Tekstur
- Kebersihan
|
Merata
Hitam
Halus
bersih
|
Merata
Hitam
Halus
bersih
|
Merata
Hitam
Halus
bersih
|
Merata
Hitam
Halus
bersih
|
Merata
Hitam
Halus
bersih
|
|
Kuku
- Warna
- Tekstur
- Kebersihan
|
Transparan
Kasar
bersih
|
Transparan
Kasar
bersih
|
Transparan
Kasar
bersih
|
Transparan
halus
bersih
|
Transparan
halus
bersih
|
|
Kulit
- Tekstur
- Turgor
- Kebersihan
- Warna
|
Licin
Baik
Bersih
Sawo matang
|
Licin
Baik
Bersih
Sawo matang
|
Licin
Baik
Bersih
Sawo matang
|
Licin
Baik
Bersih
Sawo matang
|
Licin
Baik
Bersih
Sawo matang
|
|
Mata
- Bentuk
- Refleks pupil
- Sclera
- Konjungtiva
- Pergerakan bola mata
- Fungsi penglihatan
|
Simetris
Baik
Putih
Merah muda
Bebas
Baik
|
Simetris
Baik
Putih
Merah muda
Bebas
Baik
|
Simetris
Baik
Putih
Merah muda
Bebas
Baik
|
Simetris
Baik
Putih
Merah muda
Bebas
Baik
|
Simetris
Baik
Putih
Merah muda
Bebas
Baik
|
|
Telinga
- Bentuk
- Warna
- Fungsi pendengaran
- Kebersihan
|
Simetris
Sawo matang
Baik
bersih
|
Simetris
Sawo matang
Baik
bersih
|
Simetris
Sawo matang
Baik
bersih
|
Simetris
Sawo matang
Baik
bersih
|
Simetris
Sawo matang
Baik
bersih
|
|
Hidung
- Bentuk lubang hidung
- Fungsi
- Penciuman
- Kebersihan
|
Simetris
Tidak ada
Baik
bersih
|
Simetris
Tidak ada
Baik
bersih
|
Simetris
Tidak ada
Baik
bersih
|
Simetris
Tidak ada
Baik
bersih
|
Simetris
Tidak ada
Baik
bersih
|
|
Mulut
- Warna bibir
- Kelembaban
- stomatitis
|
Merah kehitaman
Lembab
Tidak ada
|
Merah kehitaman
Lembab
Tidak ada
|
Merah muda
Lembab
Tidak ada
|
Merah muda
Lembab
Tidak ada
|
Merah muda
Lembab
Tidak ada
|
|
Gigi
- warna
- jumlah
- kebersihan
- caries
|
Putih kekuningan
Utuh
Bersih
Tidak ada
|
Putih kekuningan
Utuh
Bersih
Tidak ada
|
Putih
Utuh
Bersih
Tidak ada
|
Putih
Gigi susu
Bersih
Tidak ada
|
Putih
Gigi susu
Bersih
Tidak ada
|
|
Lidah
- warna
- fungsi
- pergerakan
|
Merah muda
Baik
bebas
|
Merah muda
Baik
bebas
|
Merah muda
Baik
bebas
|
Merah muda
Baik
bebas
|
Merah muda
Baik
bebas
|
|
Leher
- peninggian JVP
- kelenjar tiroid
- pergerakan
|
tidak ada
tidak membesar
bebas
|
tidak ada
tidak membesar
bebas
|
tidak ada
tidak membesar
bebas
|
tidak ada
tidak membesar
bebas
|
tidak ada
tidak membesar
bebas
|
|
Dada
- Frekwensi nafas
- Bunyi paru
- Irama jantung
- Frekwensi nadi
|
16 X/menit
Vesikuler
Regular
80 X/menit
|
16 X/menit
Vesikuler
Regular
80 X/menit
|
16 X/menit
Vesikuler
Regular
80 X/menit
|
16 X/menit
Vesikuler
Regular
84 X/menit
|
20 X/menit
Vesikuler
Regular
100 X/menit
|
|
Abdomen
- Bentuk
- Nyeri tekan
- Pembesaran hepar
|
Datar
Tidak ada
Tidak ada
|
Datar
Tidak ada
Tidak ada
|
Datar
Tidak ada
Tidak ada
|
Datar
Tidak ada
Tidak ada
|
Datar
Tidak ada
Tidak ada
|
|
Genitalia
- Frekwesni BAK
- Warna
- Bau
- Anus
- Haemorroid
- Frekwensi BAB
|
4-5 X/hari
Kuning
Khas urine
Tak ada kelainan
Tidak ada
1X/hari
|
4-5 X/hari
Kuning
Khas urine
Tak ada kelainan
Tidak ada
1X/hari
|
4-5 X/hari
Kuning
Khas urine
Tak ada kelainan
Tidak ada
1X/hari
|
5-6 X/hari
Kuning
Khas urine
Tak ada kelainan
Tidak ada
1X/hari
|
6-7 X/hari
Kuning
Khas urine
Tak ada kelainan
Tidak ada
1X/hari
|
|
Ekstremitas
- Bentuk
- Pergerakan
- Oedema
- Keluhan
|
Simetris
Bebas
Tidak ada
Tidak ada
|
Simetris
Bebas
Tidak ada
Tidak ada
|
Simetris
Bebas
Tidak ada
Tidak ada
|
Simetris
Bebas
Tidak ada
Tidak ada
|
Simetris
Bebas
Tidak ada
Tidak ada
|
a. Pemeriksaan fisik pada Ny. B
|
Jenis pemeriksaan
|
Ny,B
|
|
Keadaan umum
|
Tampak lemas
|
|
TTV : T
P
R
S
|
110/70 mmHg
84 X/menit
20 X/menit
36,5 0C
|
|
Rambut dan kulit
kepala
- Penyebaran
- Warna
- Tekstur
- Kebersihan
|
Merata
Hitam
Halus
bersih
|
|
Kuku
- Warna
- Tekstur
- Kebersihan
|
Transparan
Kasar
bersih
|
|
Kulit
- Tekstur
- Turgor
- Kebersihan
- Warna
|
Licin
Baik
Bersih
Sawo matang
|
|
Mata
- Bentuk
- Refleks pupil
- Sclera
- Konjungtiva
- Pergerakan bola mata
- Fungsi penglihatan
|
Simetris
Baik
Putih
Merah muda
Bebas
Baik
|
|
Telinga
- Bentuk
- Warna
- Fungsi pendengaran
- Kebersihan
|
Simetris
Sawo matang
Baik
bersih
|
|
Hidung
- Bentuk lubang hidung
- Fungsi
- Penciuman
- Kebersihan
|
Simetris
Tidak ada
Baik
bersih
|
|
Mulut
- Warna bibir
- Kelembaban
- stomatitis
|
Merah kehitaman
Lembab
Tidak ada
|
|
Gigi
- warna
- jumlah
- kebersihan
- caries
|
Putih kekuningan
Utuh
Bersih
Tidak ada
|
|
Lidah
- warna
- fungsi
- pergerakan
|
Merah muda
Baik
bebas
|
|
Leher
- peninggian JVP
- kelenjar tiroid
- pergerakan
|
tidak ada
tidak membesar
bebas
|
|
Dada
- Frekwensi nafas
- Bunyi paru
- Irama jantung
- Frekwensi nadi
|
20 X/menit
Vesikuler
Regular
84 X/menit
|
|
Abdomen
|
Terdapat luka bekas
operasi cesarea, striae gravidarum ada, tidak ada lesi, tidak ada benjolan
abnormal, tidak ada nyeri tekan.
Leopold
I : TFU = 30 cm, teraba bulat dan tidak melenting
Leopold II : PUKI
Leopold III : bagian
terendah janin yaitu kepala belum masuk PAP
Leopold
IV : konvergen
DJJ
= 148 X/menit
TBF = 2.635 gram
|
|
Genitalia
- Frekwesni BAK
- Warna
- Bau
- Anus
- Haemorroid
- Frekwensi BAB
|
4-5 X/hari
Kuning
Khas urine
Tak ada kelainan
Tidak ada
1X/hari
|
|
Ekstremitas
- Bentuk
- Pergerakan
- Oedema
- Keluhan
|
Simetris
Bebas
Tidak ada
Tidak ada
|
3. Analisa data
|
No
|
Data
|
Kemungkinan penyebab
|
Masalah
|
|
1
|
DS : Ibu mengatakan merasa cemas,
kadang tidak bisa tidur, menghadapi kehamilan yang ke-8 ini
DO : wajah klien terlihat murung saat
dikaji oleh perawat. Ada insomnia dan kadang terbangun tengah malam
|
Kurangnya informasi
mengenai kehamilan ini
↓
↓
kurangnya tindakan
preventif yang dilakukan klien
↓
Keadaan kehamilan yang
kurang baik
↓
cemas
|
Gangguan rasa nyaman : cemas pada Ny. B
dalam keluarga Tn. A berhubungan
dengan ketidaktahuan tentang resiko kehamilan ini
|
|
2
|
DS : klien mengatakan ini kehamilan yang ke-8. klien
mengatakan sering mules
DO : klien berusia 53 tahun, dengan mengandung
anak yang ke-8. pada kehamilan sebelumnya klien pernah di SC
|
Pra-senilis
↓
↑ jumlah sel yang berdegenerasi
↓
Klien dengan 7X partus
↓
Kekuatan uterus ↓
↓
Kontraksi otot uterus kurang maksimal
↓
Resiko tinggi
perdarahan
|
Resiko tinggi
perdarahan pada Ny. B dalam keluarga Tn. A berhubungan dengan ketidakmampuan
kontraksi otot-otot uterus dalam kehamilan ini
|
4. Diagnosa masalah
1). Gangguan rasa nyaman :
cemas pada Ny. B dalam keluarga Tn. A
berhubungan dengan ketidaktahuan tentang resiko kehamilan ini
2). Resiko
tinggi perdarahan pada Ny. B dalam keluarga Tn. A berhubungan dengan
ketidakmampuan kontraksi otot-otot uterus dalam kehamilan ini
5. Skoring prioritas masalah
1). Gangguan rasa nyaman :
cemas pada Ny. B dalam keluarga Tn. A
berhubungan dengan ketidaktahuan tentang resiko kehamilan ini
|
No
|
Kriteria
|
Skor
|
Bobot
|
|
1
|
Sifat masalah
Skala :
tidak/kurang sehat
Ancaman kesehatan
Keadaan
sejahtera
|
3
2
1
|
1
3/3 X 1 = 1
|
|
2
|
Kemungkinan masalah
dapat dirubah
Skala : mudah
Sebagian
Tidak
dapat
|
2
1
0
|
2
2/2 X 1 = 1
|
|
3
|
Potensial masalah untuk dicegah
Skala : tinggi
Cukup
Rendah
|
3
2
1
|
1
3/3 X 1 = 1
|
|
4
|
Menonjolnya masalah
Skala : masalah
berat, harus segera ditangani
Ada masalah, tetapi
tidak perlu ditangani
Masalah
tidak dirasakan
|
2
1
0
|
1
½ X 1 = 0,5
|
|
Jumlah skor
|
3,5
|
||
2). Resiko
tinggi perdarahan pada Ny. B dalam keluarga Tn. A berhubungan dengan
ketidakmampuan kontraksi otot-otot uterus dalam kehamilan ini
|
No
|
Kriteria
|
Skor
|
Bobot
|
|
1
|
Sifat masalah
Skala :
tidak/kurang sehat
Ancaman kesehatan
Keadaan
sejahtera
|
3
2
1
|
1
2/3 X 1 = 0,67
|
|
2
|
Kemungkinan masalah
dapat dirubah
Skala : mudah
Sebagian
Tidak
dapat
|
2
1
0
|
2
½ X 1 = 0,5
|
|
3
|
Potensial masalah untuk dicegah
Skala : tinggi
Cukup
Rendah
|
3
2
1
|
1
2/3 X 1 = 0,67
|
|
4
|
Menonjolnya masalah
Skala : masalah
berat, harus segera ditangani
Ada masalah, tetapi
tidak perlu ditangani
Masalah
tidak dirasakan
|
2
1
0
|
1
2/2 X 1 = 1
|
|
Jumlah skor
|
2,84
|
||
6. Perencanaan
|
Tgl
|
No Dx
|
Tujuan
|
Evaluasi
|
|||
|
Umum
|
khusus
|
Kriteria
|
Standar
|
Intervensi
|
||
|
|
1
|
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan rasa cemas ibu hilang
|
Ibu memahami tentang pengertian dan peñata laksanaan
dari cemas
|
verbal
|
Ibu dapat menyebutkan
tanda dan gejala dari cemas
|
1. kaji tingkat kecemasan ibu
2.berikan pengetahuan tentang teknik rileksasi
3.beri pengetahuan tentang peningkatan koping diri
4.jauhi stimulus sensori
5.. buat suasana lingkungan senyaman mungkin
6.evaluasi secara singkat tentang apa yang telah
dilakukan
|
|
|
2
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan pasien tidak mengalami pendarahan saat
persalinan
|
-
Ibu dapat mengetahui akibat dari pendarahan saat persalinan
-
ibu dapat menyebutkan upaya untuk mencegah pendarahan saat melahirkan
|
verbal
|
-
Ibu dapat menjelaskan akibat dari pendarahan saat melahirkan
-
Ibu dapat menyabutkan upaya untuk mencegah terjasinya pendaraahan saat
melahirkan
|
1. kaji
pengetahuan ibu
2. kaji kemapuan
ibu
3. beri
penyuluhan tentang pola hidup sehat
4.evaluasi
secata singkat tentang apa yang telah dilakukan
|
|
No
|
Diagnosa keperawatan
|
Tujuan Khusus
|
Tanggal
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
1
|
Gangguan rasa nyaman : cemas pada Ny. B dalam
keluarga Tn. A berhubungan
dengan ketidaktahuan tentang resiko kehamilan ini
|
Ibu memahami tentang pengertian dan penata laksanaan
dari cemas
|
-
|
Memberikan
penyuluhan tentang Pengertian, tanda dan gejala dan penatalaksanaan tentang
cemas
|
S :
Ibu
dapat menyebutkan tentang pengertian,tanda dan gejala dan penatalaksanaan
cemas
O
;
Ibu
mau medapatkan
|
|
2
|
Resiko tinggi perdarahan
pada Ny. B dalam keluarga Tn. A berhubungan dengan ketidakmampuan kontraksi
otot-otot uterus dalam kehamilan ini
|
-
Ibu dapat mengetahui akibat dari pendarahan saat persalinan
-
ibu dapat menyebutkan upaya untuk mencegah pendarahan saat melahirkan
|
|
Memberikan
penyuluhan kesehatan tentang akibat pendarahan disaaat melahirakan
|
S
;
-
ibu mengerti tentang bahaya pendarahan saat melahirkan
O:
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar